Kolom Entang, Nasib Pilu Petani, Penghasilan Rp14.527 per Hari

- Jumat, 17 Maret 2023 | 07:09 WIB
Entang Sastraatmadja, Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat
Entang Sastraatmadja, Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat

SAWITKU- Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan data survei terintegrasi pertanian terakhir yang dilakukan pada 2021.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M Habibullah mengungkapkan 72,19 persen petani di Indonesia merupakan petani skala kecil dengan rata-rata pendapatan bersih sebesar Rp5,23 juta dalam setahun. Atau Rp435.833  per bulannya.

Dihitung rata-rata per harinya adalah sebesar Rp14.527.

 Baca Juga: Merial Institute Siap Dukung Jokowi Dorong Isu Kepemudaan

Angka tersebut jauh berada di bawah garis besar kemiskinan , yakni pendapatan Rp535.547 per bulan. Atau sekitar Rp17.851 per hari. Sedangkan rata-rata pendapatan bersih dari petani skala besar adalah Rp22,98 juta dalam setahun atau Rp1.909. 000 per bulan.

Atau sekitar Rp63.000 per hari. Data seperti ini, sebetulnya sudah sejak lama kita kenali. Petani, khususnya petani gurem dan petani buruh, memang terekam masih hidup cukup memprihatinkan.

Mereka terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan yang tak berujung pangkal.

 Baca Juga: Warga Jabodetabek KTP Jateng Bisa Ikut Mudik gratis 2023, Daftar Disini

Mencermati gambaran yang demikian, sangatlah tepat jika Pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap nasib dan kehidupan para petani.

Pemerintah tidak boleh abai atas situasi yang terjadi. Pemerintah harus selalu peduli atas hal-hal yang berkaitan dengan keinginan dan kebutuhan petani.

Hal ini penting ditempuh agar kehadiran Pemerintah betul-betul dapat terasakan oleh para petani beserta keluarganya.

Nelangsanya kehidupan petani, sudah sama-sama kita kenali. Bagi sebagian besar petani, pembangunan yang telah berlangsung lebih dari 77 tahun ini, di satu sisi telah banyak membawa perubahan, namun di sisi lain, benar-benar membuat luka menyakitkan.

Baca Juga: Kuota Habis, Mudik Gratis Kemenhub 2023 Ditutup

Mereka sering bertanya ada apa sebetulnya dengan strategi pembangunan yang ditempuh selama ini ? Mereka juga kecewa dengan hasil pembangunan yang menciptakan jurang kian menganga antara yang diuntungkan dengan yang dirugikan pembangunan.

Halaman:

Editor: Tommy Pardede

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kolom Entang, Melestarikan Ruang Pertanian

Rabu, 24 Mei 2023 | 06:37 WIB

Kolom Entang, Satu Data Pertanian Indonesia

Rabu, 17 Mei 2023 | 06:00 WIB

Kolom Entang, Menanti Keperkasaan BULOG

Rabu, 10 Mei 2023 | 06:37 WIB

Kolom Entang, Capres Pro Petani

Rabu, 3 Mei 2023 | 08:55 WIB

Kolom Entang, Ukuran Sukses Food Estate

Selasa, 2 Mei 2023 | 06:36 WIB

Kolom Entang, Harga Beras Wajar

Jumat, 28 April 2023 | 07:54 WIB

Kolom Entang, 50 Tahun HKTI

Kamis, 27 April 2023 | 06:38 WIB

Kolom Entang, Gerakan Mengerem Konsumsi Nasi

Rabu, 26 April 2023 | 08:44 WIB
X