• Sabtu, 30 September 2023

Samarkan Limbah Jadi BBM, Direktur PT PNJNT Jadi Tersangka

- Minggu, 18 Desember 2022 | 08:40 WIB
Samarkan Limbah Seperti BBM, Direktur PT PNJNT Jadi Tersangka
Samarkan Limbah Seperti BBM, Direktur PT PNJNT Jadi Tersangka

SAWITKU- W (30 tahun), Direktur PT  PNJNT yang juga warga Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan sebagai tersangka karena memasukkan limbah  B3 (Bahan Berbahaya Beracun),

Menuurt Penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), W diduga memasukan limbah berbahaya dari Malaysia tanpa izin ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di perairan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 

Atas perbuatan tersebut, tersangka diduga melanggar Pasal 106 jo Pasal 69 ayat (1) huruf d jo Pasal 116 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar dan dan paling banyak Rp15 miliar.

 Baca Juga: Lacak Balak Sawit Perlu untuk Hadapi kampanye Deforestasi Eropa

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa kasus memasukkan limbah B3 atau limbah secara ilegal di wilayah NKRI adalah kejahatan serius.

”Kejahatan ini harus ditindak dan dihukum seberat-beratnya, Indonesia tidak boleh dijadikan tempat pembuangan limbah B3, limbah maupun sampah yang berasal dari negara lainnya tanpa izin. Kita harus melindungi kedaulatan negara, lingkungan hidup dan masyarakat kita dari tindakan kejahatan seperti ini,” ujar Rasio Ridho Sani, Jumat 16 Desember 2022.

Memasukkan  limbah B3 atau limbah secara ilegal selain melanggar Pasal 106 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, juga melanggar Konvensi Basel dimana Indonesia dan Malaysia telah meratifikasi konvensi tersebut.

Baca Juga: Bukan Cuma Migor, Minyak Sawit Juga Bisa Jadi Coklat

Saat ini penyidik KLHK terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini, tidak hanya tersangka perorangan tapi kepada aktor-aktor lain yang terlibat, termasuk yang berada di luar negeri dimana sumber limbah B3 ini berasal.

”Kami menyakini pelaku melakukan kejahatan ini untuk mencari keuntungan secara finansial. Saya sudah meminta penyidik agar diterapkan pidana berlapis, termasuk pidana tambahan perampasan keuntungan, serta dilakukan penegakan hukum tindak pidana pencucian uang,” kata Rasio Ridho Sani.

Rasio Ridho Sani juga meminta dukungan PPATK untuk informasi intelijen aliran keuangan sehingga bisa mengetahui keterlibatan aktor lainnya.

“Hukuman seberat-beratnya harus diterapkan agar ada efek jera dan menjadi pembelajaran bagi para pelaku kejahatan ainnya. Kami tidak akan berhenti untuk menindak pelaku kejahatan seperti ini,” tegas Rasio.

Samarkan Limbah Seperti BBM, Direktur PT PNJNT Jadi Tersangka
Samarkan Limbah Seperti BBM, Direktur PT PNJNT Jadi Tersangka
 

Yazid Nurhuda, Direktur Penegakan Hukum Pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari laporan hasil patroli bersama antara Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai Tipe B Batam, Pangkalan PLP Tanjung Ubun dengan KSOP Khusus Batam.

Halaman:

Editor: Tommy Pardede

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siti Nurbaya Apresasi Temukan 16 Spesies Baru di Kalteng

Senin, 25 September 2023 | 19:55 WIB

Cegah Sampah masuk Laut, KLHK Pasang Jaring di Sungai

Sabtu, 23 September 2023 | 11:21 WIB

Bambu Punya Nilai Ekonomi dan Dukung Perubahan Iklim

Rabu, 20 September 2023 | 16:00 WIB

PHI Group Kolaborasi Dengan Kebun Raya Balikpapan

Rabu, 20 September 2023 | 14:05 WIB

Berlanjut Hingga 2024, El Nino Bakal Lebih Ekstrem

Sabtu, 16 September 2023 | 16:00 WIB
X